Menurut Sport Express, mengutip sumber yang dekat dengan mantan striker Spartak Moscow tersebut Quincy Promesasidang pengadilan berikutnya Uni Emirat Arab harus dilakukan pada akhir bulan Januari.
Ada kemungkinan besar setelah pertemuan ini pesepakbola akan diizinkan meninggalkan negara itu.
Di rumahnya di Belanda, sang pemain dituduh melakukan dua kasus: penyerangan terhadap sepupunya dengan pisau dan perdagangan narkoba.
Musim gugur lalu, sang striker mulai bermain untuk klub divisi dua Uni Emirat Arab Dubai Bersatu.